jump to navigation

Workshop Pendidikan Perdamaian July 5, 2008

Posted by cfssyogya in Workshop Pendidikan Perdamaian.
1 comment so far

Landasan pemikiran

Merebaknya berbagai kekerasan dan konflik dalam ruang kehidupan masyarakat Indonesia membuktikan betapa rapuhnya pondasi kesatuan dan persaudaraan antar elemen kebangsaan. Nilai-nilai kebudayaan yang dipercaya sebagai perekat hubungan kebangsaan kiranya kini perlu untuk dibaca ulang.

Agama merupakan salah satu elemen penting penggerak sistem relasi sosial dan kebudayaan. Dalam konteks pembicaraan inilah, agama dapat menjadi sebuah faktor penting terciptanya cita-cita perdamaian dan keraturan sosial. Sebagai kepercayaan, agama memiliki peran penting untuk menggerakkan para penganutnya untuk membentuk struktur dan relasi kemasyarakatan yang lebih teratur.

Dalam konteks agama Islam, perdamaian merupakan salah satu cita-cita universal yang diusung melalui pengutusan Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam. Misi penyempurnaan akhlaq manusia (liutammima makrima al-akhlaq) mengandaikan sebuah proses transformasi manusia menuju terciptanya manusia yang memiliki karakter positif.

Dalam hubungan antar elemen kebangsaan, dengan prinsip-prinsip penegakan akhlaq al-karimah ummat Islam Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun hubungan harmonis di tengah situasi keberagaman kebudayaan. Untuk itulah, dibutuhkan upaya-upaya penggalian dan pembumian nilai-nilai perdamaian, anti-kekerasan dan keadilan guna mewujudkan kondisi masyarakat Indonesia yang lebih baik. Dengan jumlah yang mayoritas, ummat Islam seyogyanya dapat mengambil peran dan memberi sumbangsih besar terwujudnya keteraturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan Pendidikan Perdamaian Untuk Pemuda merupakan salah satu upaya untuk menggali kembali nilai-nilai akhlaqul karimah dan pembumiannya di kalangan Pemuda Muslim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemuda dari kalangan muslim untuk membangun situasi harmonis dalam hubungan antar elemen kebangsaan yang beragam.

Kegiatan Ini merupakan bentuk kerjasama dari beberapa lembaga, yakni: Peacetech/Wahid Institute, Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Cemara Institute for Education and Culture Yogyakarta, dan Center for Fiqh and Society studies (CFSS).

Nama Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah : Pendidikan Perdamaian untuk Pemuda

Waktu dan tempat

Kegiatan Workshop akan dilaksanakan mingguan atau setiap hari minggu yaitu tanggal 13, 20, 27 Juli dan 3 Agustus 2008 dan teleconfrence akan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2008.

Tempat :

Pelaksanaan workshop bertempat di Pendopo LKiS, Jalan Pura I Sorowajan Bantul Yogyakarta (dalam konfirmasi)
Pelaksanaan Video Conference bertempat di Gedung Olahraga (GOR) UNY (dalam proses konfirmasi)

Pelaksana

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Peace Tech dan Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia serta Cemara Institute For Education And Culture dan Center for Fiqh and Society studies (CFSS) sebagai partner lokal di Yogyakarta.

Bentuk Kegiatan

Program ini terdiri dari dua kegiatan :

Workshop pemuda : workshop ini diikuti 35 pemuda berdasarkan representasi wilayah, gender dan kelompok organisasi pemuda di lingkungan Yogyakarta. Penentuan peserta dilakukan melalui proses seleksi yang dilakukan oleh panitia. Kegiatan ini akan memakai metode dialogis yang dipandu oleh pembicara atau fasilitator. Titik berat workshop ini adalah partisipasi aktif dari peserta untuk melakukan sharing pengalaman bergelut dalam fenomena konflik dan perdamaian. Karena itulah, teknik workshop ini berupa : diskusi, workgroup (FGD), presentasi, simulasi dan field visit.

Video Conference: kegiatan ini merupakan tindak lanjut yang tidak terpisahkan dari workshop. Cakupan kegiatan ini akan lebih besar dengan menargetkan 1500 peserta yang hadir. Harapannya 35 peserta workshop akan menjadi pemandu dan fasilitator bagi peserta video conference. Video conference adalah kegiatan yang berupa dialog langsung 1500 pemuda di Yogyakarta dengan 1500 elemen pemuda di Aceh. Focus dalam kegiatan ini adalah sharing tentang fenomena konflik, kekerasan dan perdamaian di masing-masing daerah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas video talk sehingga peserta di Yoyakarta maupun Aceh dapat langsung saling menyaksikan dan berinteraksi. Teknis kegiatan ini akan berupa: diskusi, video conference, workgroup.

Demikian term of reference ini ini kami buat sebagai bahan acuan bagi lembaga-lembaga dan calon peserta. Atas partisipasi dan bantuannya kami sampaikan terima kasih.

Yogyakarta, 8 Mei 2008

Muhammad Irsyadul Ibad, Sy

Koordinator Pelaksana